Motivasi Super

Bermimpilah yang sebesar-besarnya, tapi bersegeralah untuk mengerjakan sekecil-kecilnya kebaikan yang terdekat.

Motivasi Super

Hadiah pertama bagi yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.

Motivasi Super

Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya.

Motivasi Super

Kebutuhan besar membutuhkan disiplin yang lebih baik, bukan keluhan yang lebih banyak.

Motivasi Super

Rasa syukur adalah jendela bagi mata hatimu untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan.

Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 April 2014

Cara Menghilangkan Sifat Pendiam dan Pemalu


Curhat ini Dikirim February 8, 2010

Nama Q iz0el,Q cw0 usia Q 18thn. aq mw curhat,gmna y cara menghilangkan sifat aq yg pendiam ini.?? aq ni 0rg nya sukar utk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yg baru,misalkan aq ad d lingkungan yg asing atw baru aq cenderung pendiam, Sdgkn tmn2 Q yg laen bz menyesuaikan DIRi dgn mudah nya,aq butuh wkt yg lama bsa menyesuaikan dri pd lngkungan baru,,,?? gmna ya s0lusi nya…???? n aQ Mw tnya, cara kita untuk mndapatkan byX TEMAn gmn…?? ju2r aj,tmn q hny sdkit bgt,gx kyk teman2 Q..? GMna ya caranya..???

Sebenarnya kamu sangat bisa ko dan berpotensi seperti teman-teman yang lainnya karena buktinya hari ini kamu memberanikan diri untuk mengirimkan email ini dan ini merupakan suatu bentuk bahwa kamu berani. namun jika yang kamu inginkan itu adalah dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi di alam nyata, coba kamu lakukan hal-hal seperti berikut ini:

Mulailah bersosialisasi dari kelompok yang kecil 

misalnya buat kelompok belajar, kepanitiaan acara, bercerita dengan adik dan kakak sendiri, atau teman dekat dan tentu saja dimulai dari kehidupan sehari-hari,Coba mulai pembicaraan dari hal yang ringan-ringan saja, misal: sedang apa?dll.

Pikirkan tentang cara  dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal

Dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.

Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri

Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.

Buat pertanyaan terbuka pada semua orang.

Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. 

Berhentilah percaya pada imajinasi Anda

Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.

Berhentilah memikirkan ’segalanya atau bukan apa-apa 

Pemikiran ‘pasti begini/pasti begitu’ tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah ‘Anda salah’ dan ‘mereka benar,’ orang yang marah akan melihat dirinya ‘gagal’, sedang yang lain ‘berhasil.’ Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.

Nikmati waktu Anda

Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai. 

Akhirnya gunakan latihan hipnotis

Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan instink/emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rilek sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya dirisaat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru dalam pergaulan sosial.

Solusi Mengatasi Sifat Kurang Terbuka Terhadap Orang Lain



1. Permantap Kehidupan Spritual

Rasa takut muncul karena kurang atau tidak adanya rasa percaya diri. Untuk membangun rasa percaya diri, kita memerlukan rasa yakin. Keyakinan yang kuat didapatkan apabila kita senantiasa mendapat petunjuk, pedoman, dan arah. Petunjuk yang paling benar itu tentu saja berasal dari Yang Maha Memberi Petunjuk. Disinilah kehidupan spritual itu memainkan perannya.

Saya sangat percaya, orang yang mempunyai kehidupan spritual yang baik pasti mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, karena dalam pengalaman ruhaninya ia sangat meyakini yang paling tinggi dan yang paling layak ditakuti itu hanya Tuhan semata, selebihnya tidak.

2. Berhubungan Dengan Orang Lain

Salah satu yang membuat kita takut berhadapan dengan orang lain adalah karena diri kita tertutup, tidak terbuka terhadap orang lain dan lingkungan. Karena kita tertutup, maka kita tidak mengenal bagaimana karakter orang-orang, kita merasa ketakutan akan respon orang-orang terhadap pribadi kita, bicara kita, dan sikap kita.

Berhubungan dengan banyak orang akan membuat kita mengenal dengan persis siapa dan bagaimana orang lain, membuat pikiran kita terbuka. Hal itu membantu kita dapat menyesuaikan sikap dan perbuatan terhadap mereka. Sebab, kadang kala, percaya diri itu datang bukan karena kompetensi yang kita miliki, tapi disebabkan oleh sejauh mana kita dapat mengenal situasi, kondisi, dan orang lain, dan ada baiknya juga bergaul dengan orang-orang yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, kita juga akan  terbawa menjadi percaya diri seperti mereka.

3. Belajar Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi, seperti teknik pernafasan, sangat penting perannya bila kita dihadapkan pada persoalan yang tidak kita sukai secara mendadak. Teknik relaksasi membantu kita tetap

tenang ketika menghadapi masalah yang mengguncang hati dan pikiran kita. Ketenangan itu penting. Dengan tetap tenang kita akan segera dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang sedang kita hadapi, yang mana tanpa ketenangan solusi itu mustahil kita dapatkan dengan segera.

4. Hadapi Sumber Ketakutan Tersebut

Pernah nonton film horor? Coba lihat, ketika mereka mencoba lari menghindar dari apa yang mereka takutkan, justru pada saat itulah korban semakin banyak berjatuhan satu demi satu.

Hal itu menyiratkan kepada kita bahwa lari dan menghindar dari apa yang ditakutkan itu bukanlah solusi untuk mengatasi ketakutan itu, tindakan yang pengecut dan semakin membuat diri kita menjadi tidak berarti. Dalam tulisan “Matinya Karena Angan-Angan” pernah saya katakan, bahwa ketika ketakutan datang maka satu-satunya cara adalah menghadapi atau melawan sumber ketakutan itu sendiri.

5. Jangan Terlalu Banyak Menghukum Diri Sendiri

Jangan terlalu sering menganggap bahwa “saya tak bisa ini” atau “saya tak bisa itu”, yakinkanlah bahwa kita bisa. Manusia itu dilahirkan dengan potensi yang sama, yang membedakannya kemudian adalah sejauh mana ia tekun untuk terus berlatih dan mencoba.

Jumat, 18 April 2014